entah apa yang membuat saya nyasar masuk ke blog yang sudah dua tahun tidak saya buka ini.. mungkin kebetulan saja. ah, rasanya tidak ada yang kebetulan di dunia ini. semua yang terjadi sudah seharusnya, sesuai skenarionya. atau alasan lain, saya masuk ke blog ini karena iseng saja? atau karena memang sudah waktunya, sudah takdir? ah, tidak penting. tak perlu membuang-buang waktu membicarakan takdir. itu hanya rumus bagi orang yang mudah putus asa dan galau. mungkin lebih penting jika saya mencatat sesuatu di sini. ya, sekadar berbagi cerita ringan, seperti yang terjadi ketika dua sahabat karib kembali bertemu tanpa sengaja di sebuah tempat di mana mereka tergesa-gesa dan hanya punya sedikit waktu. tak perlu bercerita yang berat-berat, cukup yang ringan saja.
ada sedikit catatan yang dulu tertoreh di sini. saya tersenyum sendiri ketika membacanya kembali. bukan karena cerita di dalamnya lucu, melainkan saya jadi teringat beberapa peristiwa yang sebetulnya telah saya lupakan. saya jadi sadar betapa pentingnya mencatat peristiwa. itu bisa membuat kita tersenyum, terharu, atau perasaan yang lainnya yang bisa muncul suatu ketika, di masa depan. mungkin perasaan senang atau bahagia.
saya ingat membuat blog ini ketika masih tugas sebagai reporter di makassar dulu. saya sekarang hidup di sebuah belantara yang lebih keras, lebih kejam: jakarta. banyak orang yang telah saya temui di sini, dengan karakter dan sifat masing-masing. itu tentu pengalaman menarik. saya memiliki banyak teman baru yang kini pelan-pelan menjadi teman lama. semoga selalu ada teman baru lainnya yang datang kemudian. semoga saja. memiliki banyak teman bukankah sangat baik. bahkan, seorang teman saya dulu mengajari agar saya berusaha memiliki teman baru minimal satu orang setiap hari. wow menarik, bakal ada minimal 30 orang teman baru dalam sebulan. sayang, saya tidak melakukan apa yang disarankannya itu. soalnya, jujur saja, saya susah akrab dengan orang yang baru saya kenal. butuh waktu lama. teman sekantor saja perlu berbulan-bulan untuk sekadar mengobrol dan bercanda dengan mereka. ah, saya ini memang sangat tidak menarik dalam hal ini. dan pastinya tidak menghibur. tapi sudahlah..
lebih baik saya bernostalgia saja. tentu banyak yang berubah dalam dua tahun terakhir. umur, warna kulit, tabiat, kesetiaan, rambut putih di kepala, dan lain-lain. tapi satu yang tak boleh berubah: kebebasan dan kemerdekaan berpikir. hehe.. saya sedang ngomong apa? saya kadang malu sendiri sering merasa diri sebagai sosok yang lain, berbeda dengan orang kebanyakan, sok idealis istilah seorang teman saya. tapi sudahlah, mau apalagi. itu karakter yang susah diubah, dan memang tak seharusnya diubah. kata orang, selalu lebih baik jika kamu menjadi dirimu sendiri.
ingin rasanya menulis banyak di sini. sebagai balasan rasa bersalah tidak pernah menengok blog ini selama dua tahun lamanya. tapi apa pula yang harus saya tulis. lagi pula, bukankah sekarang saya sedang menulis, meski saya tidak tahu apa temanya dan ke mana arahnya.
jam sudah pukul 02.30 wib. saatnya saya pulang ke kos. ini sudah pagi. orang sudah siap berangkat bekerja, tapi saya malah masih di depan pc. tapi sebaiknya begitu, sebaiknya saya pulang. lama-lama berada di lantai 22 menara ini terkadang membuat saya khawatir. bagaimana kalau tiba-tiba gedung ini ambruk seperti menara wtc di newyork saat diserang teroris? jadi apa saya. ah, udara dingin yang ditiupkan ac di atas kepala saya, di tambah rasa kantuk yang sejak tadi menyerang, mulai membuat saya sedikit ngawur. mungkin memang sebaiknya saya pulang sekarang. saya tidak boleh sampai pagi di sini. kurang nyaman rasanya kalau harus bertemu dengan sekretaris redaksi baru yang saya belum berani berkenalan itu, dalam kondisi saya belum mandi, belum rapi dan belum manis. bisa-bisa saya gagal memikat hatinya, haha... tapi tidak, dia hanya akan jadi teman, mungkin paling jauh sahabat. hidup ini tak perlu diberi target yang muluk-muluk. menjadi kekasih gadis muda dengan wajah manis seperti dia itu sungguh pekerjaan yang maha berat, haha.. apalagi, kondisi sekarang dengan dulu sudah jauh berbeda. tidak ada waktu lagi untuk berjuang seperti waktu muda dulu. saya sudah 34. energi dan semangat sudah jauh menurun. tidak ada lagi semangat menggebu-gebu ingin memikat hati perempuan. padahal dulu, prinspinya berhasil urusan belakangan, yang penting berani dulu. berani malu, berani deg-degan ketika bertemu pandang, padahal bisa saja gemuruh di dada itu hanya perasaan subjektif saya saja yang sama sekali tidak pernah dirasakan oleh perempuan yang saya lirik.
nah, kalau saya mulai membahas perempuan, bakal panjang ceritanya. bisa-bisa saya menulis terus dan tidak pulang hingga pagi, dengan risiko bakal bertemu dengan gadis muda pemilik bola mata indah itu. ah. :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar